Kenaikan PPN Rokok 9,1% Dinilai Masih Wajar

  • Kenaikan PPN Rokok 9,1% Dinilai Masih Wajar
  • Kenaikan PPN Rokok 9,1% Dinilai Masih Wajar
Ekonomi

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menaikkan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyeraah Hasil Tembakau menjadi 9,1%. Perubahan PPN ini diterbitkan dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 207/PMK.010/2016 sebagai perubahan atas PMK nomor 174/PMK.03/2015 tentang cara penghitungan dan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai atas Penyeraah Hasil Tembakau.

Ekonom Bank Central Asia David Sumual menilai kenaikan PPN rokok ini dinilai masih wajar. Pasalnya, dibandingkan PPN rokok negara lain, besaran 9,1% dianggap cukup rendah.

"Kalau menurut saya untuk rokok PPN-nya naikin saja enggak masalah karena masih ada ruang untuk dinaikkan," kata dia kepada Okezone.

Terlebih saat ini pemerintah membutuhkan penerimaan pajak. Dia menilai kenaikan menjadi 9,1% masih dalam batas wajar.

"Pemerintah kan juga butuh untuk penerimaan untuk produk semacam ini (rokok) enggak masalah, kalau di negara lain bahkan lebih tinggi, 9,1% ini masih wajar kalau dibandingkan negara lain termasuk paling murah," tukasnya.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!