BoJ Awasi Gerak Imbal Hasil Obligasi

  • BoJ Awasi Gerak Imbal Hasil Obligasi
  • BoJ Awasi Gerak Imbal Hasil Obligasi
Ekonomi

Tokyo - Bank of Japan (BoJ) menyebut pertempuran bank sentral 'dengan krisis keuangan global menunjukkan mereka bisa mengerahkan pertimbangan yang berdampak pada suku bunga jangka panjang'. Bahkan, hal itu bisa terjadi di bawah pasar keuangan yang sangat berkembang sekarang ini.

Namun, Direktur Eksekutif Pengawasan Kebijakan Moneter BoJ Masayoshi Amamiya mengatakan, penelitian lebih lanjut diperlukan mengenai tata cara untuk menjabarkan bentuk yang diinginkan dari kurva imbal hasil dan sejauh mana bank sentral dapat mengendalikan tingkat suku bunga jangka panjang.

"Apa yang kita pelajari dari berbagai praktek implementasi kebijakan moneter dan studi empiris yang ada adalah bahwa bank sentral dapat membawa efek yang cukup besar pada tingkat suku bunga jangka panjang," kata Amamiya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (12/1/2017).

Menurutnya BoJ telah belajar banyak dalam kurun waktu dua tahun terakhir mengenai bagaimana mengukur bentuk yang diinginkan dari kurva imbal hasil, meskipun penelitian tentang ini belum selesai. Dalam hal ini, penelitian akan terus dilakukan agar menemukan posisi ideal atas kurva tersebut.

"Ada daerah-daerah di mana pemahaman lebih lanjut menyerukan, seperti pengendalian suku bunga atau efektivitas mereka sebagai ukuran guna mengatasi guncangan yang merugikan. Menilai seluruh kurva imbal hasil adalah proses evaluasi yang rumit dan komprehensif yang perlu mempertimbangkan daerah yang luas," jelasnya.

Setelah lebih dari tiga tahun pencetakan uang berat gagal untuk mempercepat inflasi target dua persen, BoJ mengubah kerangka kebijakan pada September lalu untuk memandu tingkat suku bunga jangka pendek pada 0,1 persen dan imbal hasil 10 tahun obligasi dikurangi sekitar nol persen.

Kerangka baru, dijuluki Yield Curve Control (YCC), telah diuji sebagai ekspektasi kebijakan guna merangsang inflasi atas masuknya Presiden AS terpilih Donald Trump dalam mendorong imbal hasil obligasi global, termasuk dari Jepang.




Warta Sejenis

memuat...

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!